Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Pendataan dalam Penanganan Stunting

27 Feb 2026 • 02:54 iMedia

Info Lotara – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa penanganan masalah stunting perlu dimulai dengan pendataan yang akurat dan komprehensif agar kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikannya saat berkunjung ke Puskesmas Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, di mana ia didampingi oleh istri, Sinta Agathia, yang juga merupakan Ketua TP PKK NTB. Mereka berdialog langsung dengan para ibu dan kader posyandu setempat di Gerung pada tanggal 26 Februari 2026.

“Kesimpulannya adalah untuk menangani stunting, pendataan yang akurat menjadi kunci. Stunting tidak disebabkan oleh satu faktor saja, bisa jadi karena faktor genetik, sanitasi yang buruk, atau kondisi lingkungan rumah yang tidak layak huni yang membuat anak rentan terhadap penyakit. Tidak ada satu solusi tunggal untuk masalah stunting. Namun, jika kita memiliki data yang baik, kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan intervensi masing-masing anak,” jelas Gubernur.

Miq Iqbal, sapaan akrabnya, juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Puskesmas Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menangani isu stunting. “Banyak kegiatan yang dilakukan puskesmas untuk mengatasi masalah ini. Terima kasih atas upaya serius yang dilakukan oleh Lombok Barat, termasuk dalam pembagian susu. Kami juga akan membantu untuk identifikasi kebutuhan intervensi di daerah lain, mengingat bahwa setiap tempat memiliki kebutuhan yang berbeda,” ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur menuturkan bahwa meskipun angka stunting di NTB menunjukkan tren penurunan, capaian ini masih perlu ditingkatkan. “Alhamdulillah, ada penurunan angka stunting, tetapi kerja ini harus berlanjut. Ini adalah isu serius yang terkait dengan masa depan anak-anak kita. Kita perlu memberdayakan masyarakat untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi harus dilakukan, termasuk melalui program desa berdaya di desa-desa dengan kemiskinan ekstrem yang juga memiliki angka stunting yang tinggi,” tambahnya.

Gubernur juga menekankan bahwa pengentasan masalah stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mengurangi stunting. Ini adalah usaha yang memerlukan dukungan dari semua kalangan. Pemerintah tidak dapat menyelesaikan ini sendiri. Peran ibu-ibu sangat penting, terutama bagi mereka yang anaknya telah menunjukkan kemajuan, untuk saling mendukung satu sama lain,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut, Gubernur juga membahas masalah pernikahan usia anak yang berpotensi menambah risiko stunting. Ia menekankan bahwa kesiapan kesehatan, mental, dan finansial sangat penting sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Di sisi lain, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, dalam arahannya menyampaikan bahwa tantangan dalam menangani stunting masih sangat besar. Ia menegaskan pentingnya pencegahan bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting. “Tanggung jawab kita terhadap penanganan stunting ini cukup besar. Ada anak-anak yang berpotensi stunting dan kita harus menjaga mereka agar tidak mengalami hal tersebut. Para ibu yang telah berhasil menjaga kesehatan anaknya perlu membantu ibu-ibu lain yang masih berjuang,” ujarnya.

Sinta juga menekankan agar masyarakat tidak melihat pernikahan usia anak sebagai solusi untuk masalah sosial dan ekonomi. “Penting untuk disampaikan kepada anak-anak bahwa menikah bukanlah solusi, justru dapat menambah masalah jika belum siap. Perkuat peran kader dalam memberikan edukasi tentang stunting,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Sinta Agathia mengingatkan akan pentingnya kerja keras sejak dini demi masa depan anak-anak. “Lebih baik kita berusaha keras sekarang daripada menyesal ketika anak-anak kita sudah besar. Masa depan mereka tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antar sektor, meningkatkan kualitas data, dan memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah NTB.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya