Pemprov NTB Percepat Transformasi Energi Terbarukan

06 May 2026 • 23:55 iMedia

Info Lotara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong transformasi energi dengan pendekatan inovatif dan kerja sama berkelanjutan. Salah satu upaya utama yang tengah dilakukan adalah pembangunan super grid listrik yang berbasis energi terbarukan. Dalam hal ini, Pemprov NTB berkolaborasi dengan Bali dan NTT untuk mengembangkan jaringan listrik yang saling terintegrasi.

“Super grid ini akan menghubungkan NTB hingga Bali,” ungkap Niken Arumdati, Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB saat ditemui di kantornya.

Dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, termasuk tenaga surya, angin, air, dan panas bumi, NTB diproyeksikan dapat berperan sebagai produsen listrik hijau, sementara Bali menjadi pasar yang sangat membutuhkan energi, hingga mencapai 1000 Megawatt. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan permintaan di NTB yang hanya sekitar 360 Megawatt.

Namun, adanya ketidakstabilan pasokan batu bara dari Kalimantan menjadi tantangan tersendiri bagi NTB. Beberapa pembangkit seperti PLTU Jeranjang terpaksa menurunkan kapasitasnya akibat keterbatasan pasokan. “Kondisi ini menjadi pemicu bagi NTB untuk memperkuat kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi lokal,” tambah Niken.

Saat ini, kontribusi energi baru terbarukan (EBT) di NTB baru sekitar 25%. Energi fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas masih mendominasi. Dari potensi yang ada, NTB telah mengembangkan kapasitas energi terbarukan, termasuk 21,6 Megawatt dari pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung ke jaringan, serta 18,5 Megawatt dari pembangkit listrik tenaga air.

Pemerintah Provinsi juga telah memperoleh izin pengembangan potensi panas bumi di Hu’u, Kabupaten Dompu dengan kapasitas diperkirakan mencapai 65 Megawatt.

Ke depan, Pemprov NTB berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi terbarukan demi mencapai kemandirian energi dan mengukuhkan posisi NTB sebagai pusat energi hijau di wilayah Indonesia Tengah. “Kita harus beralih secara bertahap dengan memanfaatkan potensi lokal,” tegas Niken.

Dukungan dana hibah dari Pemerintah Inggris juga telah diterima, yang akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendungan Pandanduri, Lombok Timur. Ini akan membuat proyek tersebut layak secara ekonomi dan menarik bagi investor.

Selanjutnya, Pemprov juga berencana menerbitkan Green Sukuk sebagai alternatif pembiayaan pembangunan energi terbarukan. Ini bertujuan untuk menghimpun dana di luar APBN dan APBD melalui Bank NTB Syariah.

Sementara itu, meskipun potensi energi dari sampah melalui skema waste to energy masih menghadapi tantangan, pemanfaatan sampah organik menjadi biogas sudah berjalan dengan baik. Sekitar 8.000 unit instalasi telah dikonversi dan dimanfaatkan oleh masyarakat, memberikan manfaat signifikan untuk kebutuhan sehari-hari.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya