Polisi Redam Kericuhan Warga di Pagutan Mataram

25 Mar 2026 • 03:12 iMedia

Info Lotara – Jajaran Kepolisian Resor (Polresta) Mataram, bersama Polsek Mataram, bertindak cepat untuk meredakan situasi tegang yang terjadi di Pagutan, Kecamatan Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada malam hari Minggu (22/03/2026). Kericuhan antarwarga ini dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi di jalan raya, melibatkan dua kelompok warga dari lingkungan yang berbeda.

Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., M.H., selaku Kapolresta Mataram, menjelaskan bahwa insiden bermula pada sekitar pukul 17.50 WITA. Seorang warga dari Lingkungan Petemon yang sedang berkendara dengan sepeda motor bersama istrinya mengalami insiden ketika didekati oleh dua pemuda yang diduga berusaha mengganggu.

Saat korban berhenti dan menegur perilaku pemuda tersebut, terjadilah cekcok yang berakhir dengan aksi pemukulan menggunakan helm. “Awalnya hanya kesalahpahaman di jalan. Terjadi cekcok hingga pemukulan. Namun persoalan berkembang hingga melibatkan kelompok lain,” ungkap Kapolresta saat ditanyai di lokasi kejadian.

Kondisi semakin memanas menjelang pukul 19.00 WITA ketika korban kembali dihadang di perbatasan Lingkungan Presak dan Petemon, dan menjadi sasaran pengeroyokan. Kejadian ini memicu reaksi dari warga kedua lingkungan yang berpotensi melahirkan konflik lebih besar.

Mendapati laporan dari masyarakat, aparat kepolisian segera bergerak ke lokasi. Enam orang yang diduga terlibat pengeroyokan berhasil diamankan untuk mencegah situasi semakin memburuk. “Begitu menerima informasi, anggota langsung turun ke lapangan dan mengamankan enam orang yang diduga terlibat. Ini untuk mencegah situasi semakin meluas,” tegas Kombes Pol. Hendro.

Pihak kepolisian tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat. Mediasi antara kedua belah pihak difasilitasi di Mapolsek Mataram sebagai langkah mencari solusi damai. “Kami mengutamakan penyelesaian melalui mediasi. Permasalahan ini murni kesalahpahaman yang seharusnya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” tambah Kapolresta Mataram.

Namun, jika korban memutuskan untuk melanjutkan proses hukum, pihak kepolisian akan siap menindaklanjuti sesuai aturan yang ada. “Jika korban ingin melanjutkan ke proses hukum, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tambah Hendro.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi tidak jelas, yang dapat memperburuk keadaan. “Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing emosi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Percayakan penanganan kepada pihak kepolisian,” imbaunya.

Untuk mencegah potensi konflik susulan, sejumlah personel masih disiagakan di lokasi. Komunikasi dan pendekatan humanis akan terus dilakukan agar situasi tetap kondusif, terutama saat menjelang Idul Fitri yang identik dengan suasana damai. Berkat kolaborasi antara aparat kepolisian dan tokoh masyarakat, kondisi di Pagutan kini mulai berangsur aman dan terkendali.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya