Sosialisasi Keamanan Produk Kosmetik di NTB Ditingkatkan
Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi NTB, Yosef Dwi Irwan, melakukan kunjungan ke beberapa kabupaten untuk meningkatkan literasi masyarakat dan pelaku usaha mengenai produk kosmetik yang aman dan berkualitas.
Dalam kegiatan Penggalangan Komitmen Pelaku Usaha Kosmetik dan Stakeholder Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Poltekpar, Puyung, Lombok Tengah, Sinta mengungkapkan bahwa banyak masyarakat di NTB mengalami masalah akibat penggunaan produk kecantikan yang tidak tepat. Ia menekankan pentingnya informasi dan pengetahuan untuk menghindari risiko tersebut.
“Keinginan untuk tampil cantik dan menarik mendorong popularitas produk kecantikan, terutama melalui iklan dan belanja daring yang menyasar remaja. Saya mengimbau masyarakat lebih teliti membaca kandungan bahan produk kosmetik,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa bahan kimia berbahaya dapat mengancam kesehatan kulit dan janin ibu hamil, sehingga literasi produk sangat penting untuk menghindari kosmetik berbahaya dan ilegal.
Bunda Sinta juga menekankan kepada pelaku usaha dan reseller untuk tidak berlebihan dalam promosi. Edukasi kepada konsumen harus diutamakan agar tidak hanya tergiur iklan visual tanpa memperhatikan kandungan produk.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa 75 persen tindak pidana di bidang obat dan makanan berkaitan dengan kosmetik ilegal. Sinta juga menekankan bahwa harga tidak selalu mencerminkan kualitas produk. Produk lokal NTB berbahan alami, meski harganya terjangkau, memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk mahal. “Saya adalah pengguna salah satu produk lokal NTB dan kualitasnya bagus. Mari kita edukasi bersama untuk membentuk generasi NTB yang cantik dan cerdas,” tutupnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
