RS Mutiara Sukma Perluas Layanan Kesehatan Perempuan, Anak, dan Kebugaran
INFOLOTARA.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong inovasi layanan kesehatan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih lengkap, ramah, dan memadai. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) yang kini memperluas layanan, tidak hanya pada kesehatan jiwa, tetapi juga kesehatan perempuan, anak, dan kebugaran.
Direktur RS Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida, mengatakan pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi rumah sakit yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Menurut dia, ke depan RSMS juga akan membuka layanan kesehatan umum yang dibatasi, dengan fokus utama pada kesehatan ibu dan anak serta kebugaran.
"Ke depannya, kami akan membuka layanan kesehatan umum yang dibatasi. Kami konsen terhadap kesehatan ibu dan anak serta kebugaran," ujarnya di Mataram, Senin 9 April 2026.
Wiwin menjelaskan, konsep Women’s Health Care yang dikembangkan RSMS tidak hanya berorientasi pada layanan medis, tetapi juga pada pendekatan yang melibatkan lebih banyak perempuan dalam pelayanan rumah sakit, termasuk pada tim keamanan.
Ia berharap, perluasan layanan tersebut membuat RSMS semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang lebih beragam. "Tahun ini, kami berupaya memantapkan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Selain layanan jiwa, kami juga berfokus pada kesehatan ibu dan anak," katanya.
RS Mutiara Sukma merupakan rumah sakit kelas B milik Pemerintah Provinsi NTB. Dalam satu tahun kepemimpinan Iqbal-Dinda pada 2025-2026, rumah sakit ini mencatat peningkatan pada empat aspek strategis.
Pertama, penataan tata kelola perumahsakitan ditandai dengan perubahan nama dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma menjadi Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS). Perubahan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, serta Keputusan Gubernur NTB Nomor 100/3/3/1-655 Tahun 2025.
Perubahan nama itu dilakukan untuk menghapus stigma sebagai rumah sakit khusus jiwa sekaligus menegaskan peran RSMS dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat NTB. Seiring perubahan tersebut, logo, motto, dan sejumlah identitas rumah sakit juga disesuaikan.
Kedua, dari sisi akses pelayanan, mutu, dan keselamatan pasien, RSMS berhasil mencapai 100 persen indikator Mutu Nasional Rumah Sakit pada 2025. Rumah sakit ini juga dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan good practice pelaporan insiden keselamatan pasien tingkat Provinsi NTB.
Dari sisi kunjungan, RSMS mencatat 93.033 pasien rawat jalan pada 2025, meningkat dibanding 2024 yang sebanyak 82.853 pasien. Sementara itu, jumlah pasien rawat inap pada 2025 mencapai 2.206 orang, naik dari 2.070 pasien pada tahun sebelumnya.
"Kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan jiwa meningkat. Selain dokter spesialis kejiwaan yang lengkap, kami juga terus melakukan inovasi pelayanan yang ramah, edukasi dan sosialisasi terus dilakukan, sehingga stigma berkunjung ke RSMS berkurang," jelas Wiwin.
Ketiga, peningkatan pendapatan BLUD juga menjadi perhatian. RSMS menerapkan sejumlah strategi, mulai dari ekstensifikasi layanan melalui poliklinik konsultan kesehatan jiwa anak dan remaja, poliklinik konsultan adiksi, hingga poliklinik konsultan tumbuh kembang anak dan pediatri sosial.
Selain itu, rumah sakit juga melakukan intensifikasi layanan dengan menambah kualitas layanan yang sudah ada, seperti membuka poliklinik sore untuk layanan kesehatan jiwa, syaraf neurologi, dan rehabilitasi medik.
RSMS turut mengembangkan inovasi berbasis digital dan non-digital, di antaranya aplikasi Mutiara Sukma, Lapor Budir, Psikolog Goes To School, Pojok Healing, Sistem Rujukan Tiga Pilar Plus, serta Sistem Dokumentasi dan Informasi regulasi.
Upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Target minimal 60 persen pegawai mengikuti pelatihan JPL per tahun berhasil terlampaui, dengan capaian 96,85 persen pegawai mengikuti pelatihan internal maupun eksternal pada 2025.
Dalam bidang digitalisasi, RSMS juga mendorong sistem pemerintahan berbasis elektronik melalui pengembangan 38 layanan Pemdig eksternal dan delapan layanan Pemdig internal.
Keempat, RSMS terus menjaga citra positif rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik. Upaya ini dilakukan melalui berbagai mekanisme untuk menampung saran dan masukan masyarakat, guna menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
