Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Puasa dalam Membangun Karakter dan Kepedulian Sosial
Info Lotara – Dalam sambutannya di Safari Ramadan di Masjid Syiarul Islam At Thayyibi, Desa Beriri Jarak, Kabupaten Lombok Timur, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan bahwa ibadah puasa memiliki peran vital dalam melatih diri untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan kepedulian sosial.
Gubernur Iqbal menjelaskan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses untuk mengendalikan diri. Ia mengutip bahwa puasa juga diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya sebelum Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan bahwa puasa merupakan mekanisme ilahi untuk membentuk karakter manusia.
“Sikap serakah dan ketidakpuasan sering kali muncul karena manusia tidak mengenali batasan. Kita perlu memahami bahwa semua hal di dunia ini, termasuk air, udara, dan harta, memiliki keterbatasan,” jelasnya. Dengan demikian, puasa menjadi sarana untuk melatih diri mengetahui kapan harus berhenti dan tidak melampaui batas.
Gubernur Iqbal juga mengaitkan puasa dengan berbagai bencana yang terjadi, baik di NTB maupun daerah lain, sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Ia berpandangan bahwa pembangunan harus sejalan dengan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan memperkuat solidaritas antar masyarakat.
Lebih dalam, ia menjelaskan bahwa puasa menciptakan empati. Dengan merasakan lapar dan dahaga selama bulan suci, seseorang bisa lebih memahami keadaan mereka yang hidup dalam kesulitan. “Ketika kita bisa menahan diri, di situlah empati dan kepekaan untuk berbagi tumbuh,” tuturnya.
Meskipun Gubernur Iqbal mengakui bahwa pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, tetap sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan satu-satunya prioritas.
“Tanpa infrastruktur yang baik, kemajuan akan terhambat. Namun, harus diingat bahwa pembangunan fisik perlu dibarengi dengan pengembangan karakter dan kesadaran sosial. Sebab, tanpa nilai-nilai tersebut, kemajuan bisa kehilangan arah,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembinaan spiritual serta moral menjadi kunci untuk memastikan NTB berkembang secara holistik, tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi moral dan spiritual.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
