Gubernur NTB Imbau Pengusaha Properti Perhatikan Aspek Lingkungan

17 Aug 2025 • 06:02 Redaksi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak para pengusaha properti untuk lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan perumahan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana alam di kemudian hari. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Iqbal saat menghadiri acara KPR Merdeka di Mataram, Sabtu.

Gubernur menekankan pentingnya tidak membangun proyek perumahan di bantaran sungai atau area yang rawan secara ekologis. Betonisasi lahan hijau untuk pembangunan perumahan dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor karena tanah tidak mampu menyerap air hujan dengan baik. Akibatnya, risiko bencana alam ini menjadi tanggungan pemerintah dan masyarakat sekitar.

Iqbal menambahkan bahwa pemerintah berharap setiap perumahan dapat menjadi bagian integral dari ekosistem sosial di NTB, sehingga masyarakat dapat berkembang baik di dalam maupun di luar lingkungan perumahan.

Bencana Banjir di Mataram

Hujan lebat yang terjadi pada 6 Juli 2025 mengguyur Kota Mataram mulai pukul 12.30 WITA hingga sore hari. Curah hujan yang mencapai 4,2 miliar liter dalam enam jam tersebut menyebabkan banjir di enam kecamatan. Lebih dari 30 ribu orang terdampak akibat bencana ini, meskipun terjadi di musim kemarau.

Luapan dari dua sungai besar, Sungai Ancar dan Sungai Brenyok, serta Sungai Unus, yang berfungsi sebagai jalur irigasi, merendam banyak kawasan padat penduduk. Beberapa daerah yang paling parah terdampak adalah pemukiman dekat sungai, seperti Perumahan Riverside di Kecamatan Cakranegara dan Perkampungan Kekalik Jaya di Kecamatan Sekarbela.

“Jangan membuat perumahan di bantaran sungai dan daerah yang tidak aman secara lingkungan,” tegas Iqbal.

Image Source: Antara

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya