Gubernur NTB Ajak Koperasi Desa Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Info Lotara – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengajak Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk berperan aktif sebagai penyuplai bahan makanan dalam rangka program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Ajakan tersebut disampaikan Iqbal saat mengunjungi Kopdes Merah Putih di Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu sore, 25 Februari 2026. Ia menekankan pentingnya koperasi desa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada melalui program nasional ini.
Menurut Iqbal, kebutuhan terhadap bahan pangan, seperti telur dan daging, untuk mendukung program MBG di NTB sangat besar. Sebelum pelaksanaan program ini, peternak telur lokal hanya mampu memenuhi sekitar 30% dari total kebutuhan daerah. Sebagian besar pasokan masih harus diimpor dari Jawa.
Dengan meningkatnya permintaan akibat program MBG, pasokan dari luar daerah berpotensi semakin terbatas. Oleh karena itu, Iqbal meminta para pengurus koperasi untuk memfokuskan usaha mereka dalam memenuhi kebutuhan tersebut. “Jangan berpikir bisnis lain, fokuslah pada suplai untuk MBG. Ada hampir Rp6 triliun uang yang berputar di program ini, potensi ekonominya sangat besar untuk daerah,” ujarnya.
Ia mencatat bahwa pada tahun 2026 saja, dana yang akan beredar di NTB melalui program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut diperkirakan mencapai Rp5,7 triliun, melebihi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB.
Iqbal juga menegaskan pentingnya agar dana tersebut tidak mengalir keluar daerah karena ketidaksiapan NTB sebagai penyedia kebutuhan. Ia menginginkan koperasi desa berperan sebagai pelaku utama, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa Bank NTB Syariah telah menyediakan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 miliar untuk koperasi dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Skema ini bisa dimanfaatkan oleh Kopdes untuk mengajukan pinjaman awal dalam membangun usaha peternakan yang mendukung penyediaan kebutuhan MBG.
“Kami sedang merancang mekanisme pemberian kredit, Bank NTB juga telah membuka akses untuk menyalurkan KUR agar program ini benar-benar terarah,” jelas Iqbal. Ia menambahkan bahwa setelah proposal bisnis selesai disusun, koperasi dapat segera mengajukan pinjaman ke Bank NTB Syariah agar modal usaha dapat segera dicairkan.
Di sisi lain, Ketua Kopdes Tegal Maja, Martinom, mengungkapkan bahwa saat ini koperasi yang dipimpinnya baru menjalankan dua jenis usaha, yaitu penjualan beras dan LPG. Ia mengakui potensi peternakan di desanya cukup menjanjikan dengan adanya belasan kandang ayam pedaging dan petelur. Namun, pengembangan usaha ini terkendala oleh masalah permodalan.
“Sejak awal, kami sudah melihat peluang di MBG. Jika kami mendapatkan dukungan dana lunak, kami bisa mempercepat pembangunan kandang yang diperlukan,” kata Martinom.
Saat ini, Kopdes Merah Putih Tegal Maja memiliki 26 anggota, dengan potensi pertambahan jumlah anggota mencapai 200 orang karena tingginya minat masyarakat. Namun, di samping masalah modal, koperasi juga menghadapi kendala terkait lahan untuk pembangunan gerai. Mereka berharap permasalahan tersebut bisa segera teratasi agar usaha koperasi dapat berkembang lebih optimal.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
