Pengelolaan Informasi Energi Dikuatkan Melalui Bimtek di NTB
Info Lotara – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) yang berfokus pada Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Penyusunan Konten Publik di Rumah Langko Mataram pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan informasi publik, serta dalam menciptakan konten-konten yang mendukung literasi ketahanan energi di tingkat nasional.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa komunikasi publik hari ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, melainkan juga sebagai alat strategis untuk membentuk kesadaran masyarakat. “Saat ini, kita hidup dalam era di mana informasi berperan besar dalam membentuk persepsi, dan persepsi itu selanjutnya akan membangun perilaku,” ujar Ahsanul.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komunikasi publik yang efektif harus melalui tiga fase penting: membangun kesadaran, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku. Oleh karena itu, kualitas konten yang disampaikan menjadi sangat esensial untuk mendorong keterlibatan masyarakat. “Jika konten hanya sebatas memberikan informasi, kita baru berada di tahap awal. Namun, jika konten tersebut berhasil menyentuh nilai-nilai dan kebutuhan masyarakat, maka kita sudah masuk ke dalam tahapan perubahan perilaku,” tambahnya.
Ahsanul juga menekankan perlunya pendekatan lokal dalam pembuatan konten. Ia berpendapat bahwa karakteristik NTB sebagai daerah kepulauan dengan potensi energi terbarukan yang besar memerlukan narasi yang relevan dan kontekstual. “Pengelolaan informasi harus berbasis data dan konteks lokal. Konten mengenai energi di NTB tidak bisa disamakan dengan daerah lain, mengingat adanya desa-desa terpencil dan potensi energi terbarukan yang besar,” jelasnya.
Dalam konteks ini, program unggulan Pemprov NTB, yaitu Desa Berdaya, diharapkan dapat menjadikan desa sebagai pusat bagi pengembangan kesadaran energi. Dr. Ahsanul Khalik menekankan, “Ketahanan energi tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi harus menjadi gerakan sosial, di mana desa menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran tersebut.”
Di sisi lain, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, yang menjadi pembicara utama, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan informasi publik. “Transformasi digital membuat peran komunikasi publik semakin penting, tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak komunikasi kebijakan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Nursodik menambahkan bahwa ketahanan energi, sebagai salah satu agenda prioritas nasional, memerlukan dukungan komunikasi publik yang kuat dan terstruktur. “Informasi mengenai kebijakan dan pencapaian di sektor energi harus dikelola dengan baik dan disampaikan melalui konten yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan bimtek ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber penting, seperti Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Ir. Yunus Saefulhak, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait. Melalui kegiatan ini, diharapkan para aparatur pengelola informasi publik di tingkat pusat dan daerah dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan serta membangun budaya sadar energi di kalangan masyarakat.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
