Windi Marlini Resmi Pimpin DWP NTB 2024–2029
Info Lotara – Windi Marlini Abul Chair telah resmi dilantik sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk masa bakti 2024 hingga 2029. Proses serah terima jabatan berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, pada Senin, 20 April 2026.
Dalam pidato pertamanya, Windi menekankan betapa pentingnya peran anggota DWP dalam mendampingi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam menjaga profesionalisme dan integritas suami mereka saat melaksanakan tugas di bidang pelayanan publik. “Sebagai pendamping ASN, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan rumah yang harmonis. Dukungan dari rumah sangat berarti bagi suami agar mereka dapat bekerja dengan baik dan tetap berintegritas,” jelasnya.
Windi juga memberikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya yang telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan program kerja. Menurutnya, keberlanjutan program yang telah ada sangat penting untuk memperkuat organisasi di masa mendatang.
Di bawah kepemimpinannya, Windi mengajak seluruh anggota DWP NTB untuk aktif dalam berbagai program pemberdayaan, terutama di sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Ia berharap DWP dapat menjadi wadah pembelajaran dan kerja sama yang bermanfaat tidak hanya bagi keluarga ASN, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ny. Dewi Sentanawati Faozal, Penjabat Ketua DWP NTB periode sebelumnya, secara resmi menyerahkan kepemimpinan dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pengurus atas kerjasama yang telah terjalin. Ia juga meminta maaf jika ada kekurangan selama menjabat.
“Saya bersyukur atas dukungan yang telah diberikan oleh seluruh pengurus. Mohon maaf jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati,” ungkap Dewi.
Dewi berharap, kepemimpinan Windi Marlini dapat membawa DWP NTB ke arah yang lebih solid, inovatif, dan berdampak positif bagi pembangunan daerah.
Abul Chair, Sekretaris Daerah NTB yang turut hadir dalam acara itu, menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini ibarat estafet yang harus dijalankan dengan hati-hati dan penuh semangat kolaborasi. Ia menekankan pentingnya tujuan yang jelas dalam setiap program yang dilaksanakan oleh organisasi.
“Setiap aktivitas tidak boleh sekadar rutinitas. Kita perlu memastikan setiap program memiliki tujuan dan manfaat yang terukur,” tegasnya.
Abul Chair juga mengibaratkan peran seorang ibu di keluarga seperti “dashboard kehidupan” yang berfungsi untuk mengatur dan memastikan semua aspek rumah tangga berjalan dengan baik.
Ia mengingatkan agar pengurus DWP menghindari apa yang disebut “penyakit tau-tau”, yaitu ketika regenerasi tidak berjalan baik akibat minimnya transfer pengetahuan antar generasi di dalam organisasi.
“Belajar dari senior sangat penting agar organisasi dapat mempertahankan keberlanjutannya. Kita harus memiliki tujuan yang sama, seolah mendayung perahu ke arah yang seirama,” tutupnya.
Acara serah terima jabatan ditutup dengan penandatanganan berita acara dan ucapan selamat kepada pengurus baru serta penghormatan kepada pengurus lama atas dedikasi mereka.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
