Transformasi Koperasi Lokal NTB: Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

27 Feb 2026 • 03:04 iMedia

Info Lotara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong koperasi lokal untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih kuat. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan peluang dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di daerah ini.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa koperasi bukanlah sekadar lembaga sosial. Namun, lebih dari itu, koperasi merupakan lembaga bisnis yang dimiliki bersama oleh anggotanya. Ia mengajak para anggota untuk mengubah cara berpikir dan memahami bahwa kemajuan suatu koperasi sangat bergantung pada keaktifan anggotanya dalam bertransaksi serta mengembangkan usaha.

“Koperasi adalah institusi bisnis yang prinsip dasarnya adalah dari, oleh, dan untuk anggota. Saya sangat menghargai langkah Koperasi Merah Putih yang telah bergerak dalam menyalurkan komoditas pokok. Ini adalah langkah awal yang baik untuk menuju institusi bisnis yang lebih besar,” ucapnya saat mengunjungi KDMP Jembatan Kembar Timur Lembar pada Kamis (26/2/2026).

Dalam upaya memperkuat modal koperasi, Gubernur menjelaskan terdapat dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 Miliar di Bank NTB yang diperuntukkan bagi koperasi dan UMKM. Dengan suku bunga yang rendah, dana ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi koperasi untuk melakukan lonjakan bisnis melalui penyusunan proposal usaha yang terukur.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keterlibatan koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, terdapat lebih dari 800 dapur MBG di NTB, namun pemenuhan kebutuhan pangan seperti telur dari peternak lokal baru mencapai 30 persen, sementara sisanya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Koperasi bisa berperan sebagai pengumpul hasil dari peternakan rumah tangga anggota untuk disuplai ke dapur-dapur MBG. Permintaan sudah ada dan pasti, tinggal bagaimana koperasi mengelola manajemen suplainya,” tambahnya.

Selain telur, komoditas seperti ayam, susu, dan roti juga membuka peluang dalam skema ketahanan pangan yang menjadi fokus pemerintah.

Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh anggota untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap koperasi dengan lebih memilih berbelanja di koperasi dibandingkan dengan ritel modern, sehingga perputaran ekonomi tetap berfokus di lingkungan anggota dan kembali dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU).

Kepala Desa Jembatan Kembar Timur, H. Ismail Darwan, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Pj Gubernur sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pembangunan di desa.

“Alhamdulillah, ibu-ibu kami sangat sabar menunggu kehadiran Bapak Gubernur. Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian Bapak,” katanya.

Ketua KDMP Jembatan Kembar Timur, Rustam Thamrin, menginformasikan perkembangan koperasi yang dipimpinnya. Menurutnya, koperasi ini dibentuk sebagai respons cepat terhadap instruksi Presiden mengenai kemandirian pangan.

“Sejak bulan Mei, kami bergerak cepat untuk merekrut anggota, yang kini totalnya mencapai 96 orang. Meskipun awalnya hanya mengandalkan simpanan pokok sebesar Rp10 juta, kami mulai berbisnis sejak September. Kami tak kenal lelah mengambil barang dari Bulog demi melayani anggota,” lapornya.

Rustam menambahkan, telah dilakukan penandatanganan akad pinjaman modal sebesar Rp25 juta dari Bank NTB pada Januari lalu untuk memperbesar skala usaha. “Dengan modal yang lebih besar, keuntungan mulai terlihat. Kami termotivasi untuk terus berkembang,” tegasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya