Perkawinan Anak di NTB Tertinggi di Indonesia: Faktor Peningkatan Kasus KDRT

01 Nov 2025 • 03:18 Redaksi

Perkawinan anak di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi perhatian serius karena tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia. Fenomena ini berkontribusi signifikan terhadap tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah tersebut.

Perkawinan anak sering kali dianggap sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap anak. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik anak, serta menghambat perkembangan mereka. Di NTB, praktik ini tidak hanya merugikan anak-anak yang terlibat, tetapi juga menciptakan lingkaran kekerasan yang lebih luas dalam rumah tangga.

Kasus KDRT yang tinggi di NTB dapat dilihat sebagai salah satu konsekuensi langsung dari budaya perkawinan anak yang masih kuat. Banyak pasangan muda terjebak dalam situasi yang tidak stabil, baik secara emosional maupun ekonomi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Pemerintah dan berbagai organisasi non-pemerintah tengah berupaya keras untuk mengatasi masalah ini. Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif perkawinan anak dan KDRT menjadi langkah penting dalam mengurangi angka tersebut. Selain itu, penegakan hukum yang lebih tegas juga diperlukan untuk melindungi hak-hak anak dan perempuan di NTB.

Dengan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, diharapkan angka perkawinan anak dan KDRT di NTB dapat dikurangi, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi mendatang.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya