Insiden di Tanah Abang: Tragedi dan Tanggapan Pemerintah

30 Aug 2025 • 09:07 Redaksi

Pada Kamis malam (28/8), sekitar pukul 19.25 WIB, sebuah kendaraan taktis milik Brigade Mobil (Brimob) Polri menerobos kerumunan demonstran di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Bripka R yang berusaha melintasi jalanan yang penuh dengan batu dan puing, serta asap tebal yang menghalangi pandangan.

Bripka R, yang didampingi oleh Kompol C dan lima anggota lainnya di dalam kendaraan, tidak menyadari adanya seorang pengendara ojek online, Affan Kurniawan, yang terjatuh di jalur laju. Benturan yang tidak terhindarkan ini mengakibatkan Affan kehilangan nyawanya. Kejadian ini memicu perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri.

Insiden tersebut juga menyebabkan luka-luka pada 10 anggota kepolisian, dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau masyarakat untuk melihat peristiwa ini dengan jernih, menekankan pentingnya pengendalian diri dari semua pihak demi menghindari kekacauan lebih lanjut.

Presiden Prabowo Subianto merespons tragedi ini dengan menyampaikan belasungkawa dan mengunjungi rumah duka di Jalan Blora, Jakarta Pusat. Pemerintah berjanji akan memberikan rumah baru bagi keluarga korban di Cileungsi, Jawa Barat, serta jaminan kehidupan bagi keluarga Affan. BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan sebesar Rp70 juta kepada ahli waris korban.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas dan pelanggaran hukum akan ditindak tegas. Ia mengingatkan bahwa insiden ini dapat memicu ketidakpuasan publik dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kebijakan keamanan harus senantiasa melindungi nyawa rakyat.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya