Dapid Hermar Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia Pencak Silat
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh generasi muda dari Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dapid Hermar, siswa kelas 12 SMAN 2 Mataram, berhasil meraih medali perunggu dalam ajang 3rd Indonesia Open Pencak Silat Championship 2025 yang berlangsung di Sumatera Utara.
Kejuaraan internasional bergengsi ini diselenggarakan oleh Persatuan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan diikuti oleh lebih dari 70 negara. Dapid bertanding di kategori tanding dewasa kelas 50 kilogram meskipun usianya baru 17 tahun. Lahir pada 28 Agustus 2007 di Tanak Song, Desa Jenggala, Lombok Utara, Dapid mampu bersaing dengan atlet-atlet berpengalaman, termasuk juara SEA Games.
Karier Dapid dimulai saat ia duduk di bangku kelas dua SMP dengan bergabung di Perguruan Bakti Negara. Bakatnya kemudian menarik perhatian tim provinsi, hingga ia direkrut dan dilatih di Asrama Atlet NTB, Sportnas. Sebelumnya, ia telah meraih berbagai prestasi, termasuk perunggu di Kejurnas Palu, emas di Kejurnas Kalimantan Selatan, dan perak di Pra-Popnas Kendari.
Dalam kejuaraan Indonesia Open 2025, Dapid tidak bertanding sendirian. Bersama tujuh rekan dari NTB, kontingen mereka berhasil membawa pulang empat medali: tiga perak dan satu perunggu.
Meski demikian, belum ada apresiasi dari pemerintah daerah Lombok Utara. “Sudah kakak saya yang sampaikan ke pihak pemda dan KONI, tapi belum ada tanggapan,” ujar Dapid saat dihubungi RRI Kamis (28/8/2025).
Pembina Perguruan Bakti Negara, I Wayan Kembar Sudiardana, menyebut pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan kedua di Lombok Utara. Ia mengapresiasi konsistensi prestasi Dapid dan berharap atlet-atlet muda dapat lebih dikenal dan mendapat perhatian.
Ke depan, Dapid tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta, yang akan berlangsung dua bulan September mendatang. Ia akan turun di kelas B (45–57 kg).
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
