BMKG: Kekeringan Ekstrem Melanda NTT dan NTB pada Musim Kemarau 2025

17 Aug 2025 • 03:43 Redaksi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa musim kemarau tahun 2025 telah memicu kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di NTT, beberapa daerah mengalami kekeringan hingga 94 hari tanpa hujan, sementara di NTB, kekeringan berlangsung hingga 77 hari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, pada Kamis (14/8/2025) menyebutkan bahwa di NTT, wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan di NTB, kekeringan terjadi di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.

Menurut Ardhasena, data ini diperoleh dari monitoring di 4.555 pos pengamatan hujan yang tersebar di seluruh Indonesia. Secara nasional, sekitar 57 persen Zona Musim (ZOM) telah memasuki kemarau, dengan berbagai kategori kekeringan terdeteksi, mulai dari ekstrem panjang hingga sangat pendek.

BMKG memperingatkan pentingnya langkah antisipasi bagi sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan pemerintah daerah untuk mengurangi dampak kekeringan, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga berkomitmen untuk terus memperbarui informasi terkait musim kemarau hingga transisi ke musim hujan yang diperkirakan dimulai pada September 2025.

Ardhasena menekankan pentingnya integrasi informasi prakiraan cuaca dan iklim BMKG dalam perencanaan lintas sektor oleh pemerintah daerah guna meminimalkan risiko dampak buruk musim kemarau.

Image Source: Tribratanews NTB

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya