Bank Indonesia Suntik Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan

18 Mar 2026 • 02:32 iMedia

Info Lotara – Bank Indonesia (BI) mengumumkan telah menyalurkan likuiditas sebesar Rp427,1 triliun kepada sektor perbankan hingga Maret 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Maret 2026, di mana BI memaparkan strategi optimalisasi Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan penyesuaian ketentuan untuk transaksi valuta asing.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penguatan KLM yang berlaku sejak 16 Desember 2025 bertujuan untuk meningkatkan penyaluran kredit dari bank ke sektor-sektor yang menjadi prioritas. Kebijakan ini juga diharapkan mendorong bank untuk lebih responsif dalam menurunkan suku bunga kredit yang baru, seiring dengan perubahan suku bunga kebijakan BI.

“Insentif KLM yang diperoleh bank pada minggu pertama Maret 2026 adalah sebesar Rp427,1 triliun, dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp357,6 triliun dan interest rate channel sebesar Rp69,5 triliun,” ujar Perry dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (17/3).

Insentif tersebut dibagikan kepada berbagai jenis bank, dengan alokasi sebagai berikut: bank BUMN mendapatkan Rp225,6 triliun, bank umum swasta nasional (BUSN) Rp165,8 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp28,0 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) Rp7,7 triliun.

Perry juga menambahkan bahwa BI akan memperkuat ketentuan pelaporan Lalu Lintas Devisa (LLD) dengan menyesuaikan batas kewajiban dokumen pendukung untuk transfer dana keluar negeri. Ketentuan baru akan mengurangi threshold dari US$100 ribu menjadi US$50 ribu, yang mulai berlaku pada April 2026.

Lebih jauh, BI juga melakukan penyesuaian untuk batas transaksi di pasar valas, seperti pengurangan threshold pembelian valas tunai dari US$100 ribu per pelaku per bulan menjadi US$50 ribu. Selain itu, batas transaksi derivatif seperti DNDF/forward dan swap ditingkatkan dari US$5 juta menjadi US$10 juta per transaksi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya