Maraknya Preman Berkedok Fidusia Disesalkan Praktisi Hukum
H. Mediawardi, SH, seorang praktisi hukum dan pegiat sosial, menyatakan keprihatinannya terhadap semakin maraknya preman yang berkedok fidusia dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini, menurut Mediawardi, semakin meresahkan masyarakat karena banyaknya kasus pencabutan kendaraan bermotor secara paksa dengan dalih menjalankan Undang-Undang Fidusia.
Mediawardi menjelaskan bahwa tindakan para preman ini sering kali tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Mereka memanfaatkan kelemahan dalam pengetahuan hukum masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dengan berpura-pura menjalankan ketentuan fidusia.
Praktisi hukum tersebut menegaskan pentingnya pemahaman yang benar mengenai Undang-Undang Fidusia di kalangan masyarakat. Ia mendorong agar masyarakat lebih berhati-hati dan memastikan bahwa setiap tindakan pencabutan kendaraan harus dilakukan berdasarkan prosedur hukum yang sah. Tindakan sepihak yang dilakukan oleh para preman ini, menurutnya, tidak hanya merugikan pemilik kendaraan tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan dan ketakutan di masyarakat.
Mediawardi juga mengajak pihak berwenang untuk lebih tegas dalam menindak pelaku-pelaku yang menyalahgunakan nama fidusia untuk kepentingan pribadi. Ia berharap dengan adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, kasus-kasus serupa dapat berkurang dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
