NTB Perkuat Komunikasi Publik dalam Mitigasi Bencana

26 Aug 2025 • 16:36 Redaksi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kembali komitmennya dalam mitigasi bencana dengan menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam acara Bimbingan Teknis Peningkatan Efektivitas Komunikasi Risiko Bencana yang berlangsung di Hotel Santika, Mataram, pada Selasa (26/8).

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Siap Siaga, dan Pemerintah Australia. Gubernur Iqbal menyatakan apresiasinya atas pemilihan NTB sebagai proyek percontohan untuk kegiatan strategis ini, mengingat provinsi tersebut memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi di Indonesia.

Ia menyoroti tantangan bencana yang sering terjadi, seperti banjir di Kota Mataram dan wilayah lainnya. Gubernur menekankan bahwa penanganan banjir harus dimulai dari hulu, dengan memperbaiki kondisi hutan, untuk menghindari pemborosan anggaran yang besar setiap tahunnya.

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya komunikasi publik dalam semua tahap penanganan bencana. Ia mencontohkan keberhasilan beberapa negara dalam menghadapi pandemi COVID-19, yang bukan hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga komunikasi publik yang terstruktur.

Di sisi lain, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengingatkan bahwa seluruh wilayah Indonesia rawan bencana, dengan lebih dari 3.700 kejadian pada 2024 dan 2.260 hingga Agustus 2025. Rustian menekankan pentingnya kesiapsiagaan, mengingatkan kembali gempa Lombok tujuh tahun lalu yang menelan banyak korban jiwa. BNPB terus mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Pentaheliks yang melibatkan berbagai pihak.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya