Gubernur NTB Soroti Tantangan Gangguan Kejiwaan di Era Informasi Berlebih

28 Aug 2025 • 23:24 Redaksi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, membuka Pertemuan Ilmiah Regional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Wilayah Bali–Denpasar–NTB. Acara ini diadakan bekerja sama dengan Seksi Psikiatri dan Budaya di Mataram pada Kamis, 28 Agustus.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyoroti permasalahan serius terkait gangguan kejiwaan yang perlu segera diatasi. Ia mengungkapkan bahwa perubahan kebudayaan yang sangat cepat, salah satunya akibat perkembangan media sosial, menjadi salah satu penyebab utama.

“Kita semua mengalami gangguan kejiwaan karena perubahan budaya yang begitu cepat. Media sosial membuat kita lebih memahami situasi di Jakarta daripada di lingkungan sekitar kita sendiri,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan bahwa masyarakat saat ini menghadapi kondisi informasi yang berlebihan. Menurutnya, sekitar 80 persen informasi yang diterima setiap hari tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari, namun tetap harus dihadapi, sehingga diperlukan ketahanan psikologis yang kuat.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan pentingnya peran psikolog di tengah ancaman hilangnya berbagai pekerjaan akibat teknologi Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi. Ia menyambut positif penyelenggaraan simposium ini yang memberikan perhatian khusus pada hubungan antara budaya dan kesehatan jiwa.

Iqbal meyakini bahwa dengan mengarusutamakan kesehatan mental, sebagian besar masalah kesehatan masyarakat dapat diatasi. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara budaya dan kesehatan mental dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya