Pentingnya Kolaborasi untuk Pembangunan NTB di Momentum Idulfitri
Info Lotara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menekankan bahwa kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk mempercepat proses pembangunan daerah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, yang berbicara mewakili Gubernur NTB dalam acara Halalbihalal dan Pengajian Umum di NWDI Center, Kota Mataram, pada hari Sabtu, 18 April.
Acara yang dihadiri oleh ribuan jamaah tersebut juga mengundang Ketua Umum PB NWDI, Muhammad Zainul Majdi, yang memberikan tausiyah tentang etika sosial dan pentingnya penguatan persaudaraan dalam masyarakat.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan oleh H. Amir, disebutkan bahwa Idulfitri 1447 H merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual serta menjalin silaturahmi yang lebih erat. Pemerintah Provinsi NTB pun berkomitmen untuk meningkatkan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.
Selain itu, Pemprov NTB tetap melanjutkan visi NTB Makmur dan Mendunia dengan fokus pada tiga pilar utama: pengentasan kemiskinan melalui program Desa Berdaya, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata berkelas dunia.
“Momentum Idulfitri harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memenuhi kebutuhan dasar demi mendorong kemajuan NTB,” ujar H. Amir saat membacakan sambutan Gubernur.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Zainul Majdi menekankan pentingnya menjaga kehormatan satu sama lain sebagai dasar penguatan ukhuwah Islamiyah. Mengacu pada Surah Al-Hujurat ayat 10–12, ia mengingatkan umat agar menjaga lisan, menghormati privasi, dan menjauhi perilaku ghibah.
“Persaudaraan bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata saling menghormati, menjaga kehormatan, dan tidak saling menyakiti,” tegas TGB di hadapan para jamaah.
“Surah Al-Hujurat mengajarkan kita untuk tidak merendahkan orang lain, tidak mencari kesalahan orang lain, dan menjauhi ghibah sebagai bagian dari menjaga harmoni sosial,” tambahnya.
Acara Halalbihalal ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat NTB. Melalui momen ini, diharapkan sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
