Fashion Street Lombok Utara 2025, Wastra Lokal sebagai Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi

Fashion Street Lombok Utara 2025 menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU). Acara ini menampilkan perpaduan elegan dari Wastra Nusantara, khususnya Tenun Lombok Utara, dengan tema “From Shadow to Spotlight”. Diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Lombok Utara pada Jumat, 15 Agustus 2025, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-17 Kabupaten Lombok Utara dan menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, turut memukau dalam peragaan busana tersebut. Dalam sambutannya, Kapolres Agus Purwanta menegaskan bahwa Polri mendukung penguatan ekonomi berbasis budaya, dengan mendorong potensi produk lokal agar mampu bersaing melalui peningkatan kualitas dan kreativitas.

Menurut Kapolres, kegiatan seperti Fashion Street perlu dijadikan agenda tahunan untuk melestarikan budaya dan menjadi ruang inovasi bagi generasi muda. “Lombok Utara harus berani keluar dari bayangan menuju sorotan, dan kami di Polres mendukung penuh upaya menjaga iklim ekonomi yang pro-kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ny. Heny Agus Purwanta berbagi pengalamannya yang terinspirasi oleh proses menenun di Bayan. Ia telah memperkenalkan Wastra Tenun Bayan dalam berbagai kesempatan, termasuk di Bazzar Kreasi Bhayangkari Nusantara di Jakarta pada 24 Juli 2025. Bhayangkari Lombok Utara siap menjadi mitra strategis pemerintah dan UMKM dalam mendorong ide-ide kreatif dari generasi muda.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, menekankan pentingnya menjadikan kain tenun dan batik lokal sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia mengusulkan agar setiap kegiatan publik menjadikan wastra Lombok Utara sebagai identitas resmi. Dari halaman Kantor Bupati, gaung Fashion Street tahun ini membuktikan bahwa tenun Lombok Utara kini benar-benar melangkah menuju sorotan, membawa harapan baru bagi ekonomi kreatif dan budaya daerah.

Image Source: Radar Lombok

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya