PKKM Universitas Negeri Surabaya Perkuat Pendidikan dan Budaya di Lombok Utara

27 Dec 2024 • 03:57 Redaksi

Info Lombok Utara – Program Kreativitas Kampus Merdeka (PKKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara dengan berbagai capaian yang menginspirasi. Kegiatan ini melibatkan tiga mahasiswa, yaitu Tri Wahyuningtias, Putri Sa’adah, dan Venika Devita Sari, yang didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Bapak Aditya Chandra Setiawan, S.Pd., M.Pd. Selama tiga bulan, mereka berkarya di Yayasan Pendidikan Karya Lotara yang menaungi jenjang SMP dan SMA. Kehadiran mereka disambut hangat oleh mitra pendidikan, Bapak Agus Karyawanto, S.Sos., yang menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan dan masyarakat lokal.

Kegiatan dalam PKKM ini berfokus pada Administrasi, Digitalisasi, P5 dan Pendekatan budaya Setempat.

Tri Wahyuningtias, salah satu peserta PKKM, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada pengembangan sekolah, khususnya dalam aspek administrasi dan digitalisasi. “Kami membantu pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas administrasi, termasuk pembaruan sistem pengarsipan, serta mendukung transformasi digital dengan pembuatan website sekolah. Selain itu, kami juga mengajarkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang berorientasi pada penguatan karakter siswa melalui kegiatan kreatif, dengan hasil akhir berupa panen karya,” ungkap Tyas.

Menurut Tyas, fokus pada P5 tidak hanya membantu siswa untuk lebih memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mengintegrasikan aspek pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain fokus pada pengembangan pendidikan, peserta PKKM juga memperkaya pengalaman mereka dengan mempelajari kearifan lokal di Lombok Utara. Putri Sa’adah menuturkan bahwa mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga dari masyarakat setempat. “Kami belajar tentang tradisi adat seperti Nyongkolan, yang merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat Sasak, Maulid Adat sebagai perayaan keagamaan, serta tradisi Bisoq Beras yang menunjukkan nilai gotong royong dalam masyarakat,” jelas Putri.

Selain mempelajari tradisi, mereka juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas masyarakat, seperti membantu acara adat dan berinteraksi dengan komunitas lokal. “Pendekatan ini bukan hanya membantu kami memahami budaya Lombok Utara, tetapi juga mempererat hubungan kami dengan masyarakat. Kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar mereka,” tambahnya.

Bapak Agus Karyawanto, S.Sos., selaku mitra pendidikan, memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para mahasiswa dan pendamping. “Program PKKM ini sangat membantu sekolah kami, khususnya dalam hal administrasi dan penguatan karakter siswa. Kehadiran mahasiswa UNESA membawa semangat baru dan memberikan manfaat nyata bagi kami. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Dalam membangun sinergi antara pendidikan dan masyarakat, PKKM ini menjadi contoh nyata bagaimana program Kampus Merdeka dapat memberikan kontribusi signifikan, baik bagi pengembangan pendidikan maupun pelestarian budaya lokal. Venika Devita Sari menambahkan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini membuka wawasan tentang pentingnya sinergi antara teknologi, pendidikan, dan kearifan lokal.

“Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat. Selain itu, kami juga merasa mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga, terutama dalam menghargai keberagaman budaya Indonesia,” ungkap Venika. Dengan semangat pengabdian dan pembelajaran, PKKM UNESA di Lombok Utara membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun hubungan yang harmonis antara teknologi, budaya, dan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan PKKM di daerah lain.

Redaksi
Penulis.