Pemprov NTB Maksimalkan Program Pendidikan untuk SMA
Info Lotara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan dengan memaksimalkan berbagai program bantuan dari pemerintah pusat. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, upaya ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan akses pendidikan yang optimal bagi seluruh satuan pendidikan, terutama di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Plt Kepala Dinas Dikpora NTB, Bowo Susatyo, menyampaikan bahwa salah satu program yang sangat diutamakan adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program ini berfungsi sebagai dana alokasi khusus nonfisik untuk mendukung biaya operasional sekolah nonpersonalia, yang bertujuan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Penyaluran dana BOS dilakukan langsung ke sekolah berdasarkan jumlah siswa yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Dana BOS digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, seperti pemeliharaan sarana, pengadaan barang dan jasa, serta pembayaran honor guru non-PNS,” ungkap Yaniwardan, Koordinator Pokja Kelembagaan dan Kurikulum, saat ditemui di kantor, Kamis (9/4/2026).
Pada tahun 2026, total penyaluran BOS untuk SMA di NTB mencakup 149 satuan pendidikan negeri dengan anggaran sebesar Rp160,3 miliar, serta 237 satuan pendidikan swasta yang menerima alokasi sekitar Rp30,47 miliar. Bantuan ini mencakup seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Selain BOS, Pemprov NTB juga berupaya mempercepat transformasi pembelajaran melalui Program Bantuan Alat Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP). Teknologi ini mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif, memungkinkan siswa dan guru berinteraksi langsung dengan materi melalui layar sentuh.
Hingga 2026, dari total 424 SMA di NTB, sebanyak 356 sekolah telah menerima bantuan papan interaktif digital. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa serta pemahaman materi di era digital.
Di samping itu, Pemprov NTB melaksanakan Program Revitalisasi Sekolah SMA dengan fokus pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana. Proyek ini dilakukan secara swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan, dan saat ini progresnya telah mencapai 100 persen.
“Untuk tahun 2026, terdapat 33 SMA negeri dan 25 SMA swasta yang diusulkan sebagai penerima program revitalisasi, setelah melalui proses verifikasi dan sinkronisasi data Dapodik,” tambah Yaniwardan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov NTB berkomitmen untuk menjamin bahwa semua bantuan dari pemerintah pusat disalurkan secara tepat guna, dan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Melalui berbagai intervensi program, diharapkan lingkungan belajar yang aman dan modern dapat terwujud, serta kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
