Satgas Pangan NTB Awasi Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Menjelang Idul Fitri
Info Lotara – Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) aktif melakukan pengawasan terhadap stok, kualitas, dan harga bahan pokok penting di pasar tradisional Kota Mataram. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menjaga stabilitas harga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pengawasan dilakukan dengan mengunjungi langsung pasar, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dan mengantisipasi potensi lonjakan harga yang bisa memberatkan masyarakat.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Februari 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di beberapa kabupaten/kota di NTB mengalami kenaikan, yang disebabkan oleh peningkatan harga komoditas tertentu, termasuk cabai rawit dan daging ayam.
Kenaikan IPH tertinggi dicatat pada minggu kedua Februari 2026 di Kabupaten Lombok Timur, dengan angka 7,30 persen, diikuti oleh Kabupaten Lombok Barat yang mencapai 4,55 persen. Sementara itu, Kabupaten Bima menunjukkan kenaikan yang lebih rendah sebesar 0,14 persen, dan Kabupaten Dompu mengalami penurunan tipis sebesar -0,03 persen.
Kombes Pol. FX Endriadi, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, menegaskan bahwa pihaknya bersama Satgas Pangan akan terus memantau harga komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan menjelang Lebaran.
“Kami khususnya memperhatikan komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, serta daging sapi dan ayam,” ujarnya.
Hasil pantauan di pasar menunjukkan bahwa harga daging sapi berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam ras naik menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu. Harga cabai rawit merah juga tercatat mencapai Rp90 ribu per kilogram, yang sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Endriadi menekankan bahwa harga tersebut berada di atas HET dan pihaknya akan terus melaksanakan pengawasan untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Untuk mengatasi potensi kenaikan harga, beberapa langkah strategis telah dilakukan oleh Satgas Pangan NTB. Ini termasuk operasi pasar rutin, stabilisasi harga, dan penguatan distribusi antarwilayah, serta inspeksi mendadak terhadap rantai pasokan komoditas pangan.
“Kerja sama dengan daerah penghasil komoditas juga terus kami tingkatkan untuk memastikan kelancaran pasokan bahan pangan ke NTB,” jelas Dirreskrimsus Polda NTB.
Meskipun ada kenaikan pada beberapa komoditas, Endriadi memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lain masih dalam kondisi aman dan stabil hingga menjelang Idul Fitri.
“Bahan pokok seperti minyak goreng, gula, beras, dan telur umumnya masih dalam kategori aman dan harga relatif normal,” tutupnya.
Satgas Pangan NTB berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara intensif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Lebaran.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
