Lombok Utara Berhasil Tekan Angka Stunting Menjadi 13,5 Persen dalam Lima Tahun
Info Lotara – Kabupaten Lombok Utara mencatat penurunan angka stunting yang signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Dari 33,8 persen pada tahun 2020, angka stunting berhasil turun menjadi 13,5 persen di tahun 2024. Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter, menyampaikan bahwa capaian ini melampaui target nasional dan merupakan yang paling signifikan di antara kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Pada tahun 2020, angka stunting di Lombok Utara mencapai 33,08 persen. Alhamdulillah, dalam lima tahun terakhir, angka ini turun drastis berkat kolaborasi semua pihak, dari kader posyandu, PKK, bidan, hingga Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS),” kata Danny Karter, Selasa (15/10/2024).
Penurunan angka stunting ini tak lepas dari kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat desa. Danny menekankan bahwa penurunan stunting ini adalah bagian dari upaya membangun generasi masa depan Lombok Utara yang unggul dalam sumber daya manusia (SDM).
Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Utara, Shofan Ardianto, juga menjelaskan bahwa angka stunting terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2021, angka stunting turun menjadi 28,3 persen, lalu pada 2022 menjadi 22,9 persen, 2023 menjadi 18,0 persen, dan pada 2024 turun signifikan menjadi 13,5 persen.
“Ini adalah hasil pencatatan data melalui sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM),” jelas Shofan.
Berbagai langkah telah diambil oleh pemerintah daerah untuk menekan angka stunting, termasuk menyusun regulasi seperti Perbup Lombok Utara Nomor 41 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting. Selain itu, pemerintah juga terus menyediakan sarana prasarana, termasuk pengadaan antropometri KIT yang penting untuk mendeteksi stunting di puskesmas dan posyandu.
Berbagai program pencegahan stunting juga dijalankan, mulai dari pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak.
Dengan pencapaian ini, Lombok Utara telah melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen, dan berharap mampu terus menjaga tren positif ini untuk masa depan generasi yang lebih sehat dan mandiri.
Photo by: timesindonesia.co.id
